Diduga Ada Tindak Pungli Biaya PTSL Desa Mojosari

Spread the love

Lumajang-www.mediapolisinasional.com – Dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ada tarif yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, jika melebihi bisa diduga sebagai tindak pungli atau korupsi.

 

Kuota pengajuan PTSL Desa Mojosari sebanyak 500 namun karena ada penarikan biaya yang melebihi dari yang sudah disepakati secara bersama dengan masyarakat maka banyak yang mengundurkan diri hinga separuh dari jumlah kuota yang ada.

Bagaimana tidak memberatkan masyarakat banyak yang di pungut biaya hingga jutaan rupiah padahal hasil kesepakatan untuk daftar PTSL dikenakan biaya 500 ribu per bidangnya.

 

Sehingga apa yang sudah dilakukan Perangkat desa untuk membantu melakukan penarikan sejumlah uang yang melebihi dari kesepakatan merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dan melanggar hukum.

 

Dalam KUHP pelaku pungli dijerat dengan pasal 368 ayat 1 siapapun yang mengancam atau memaksa orang lain untuk memberikan sesuatu terancam Pidana Penjara paling lama sembilan tahun.

 

Sebut saja RHS yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, “saya ini berdua dengan saudara masing- masing membayar 2.250.000, dengan dalih pemecahan sedangkan masih harus membayar masing- masing 500 ribu sebagai pendaftaran PTSL dan yang menerima uang saudara T ketika itu pembayaran dilakukan dirumah saya dan tidak diberikan kwitansi ataupun tanda terima.

 

Dan anehnya tanah yang saya daftarkan itu pemberian dari orang tua dengan empat bersaudara namun dua saudara kami tidak minta bagian akan tetapi dua saudara kami tidak diminta kesaksian ataupun tanda tangan sebagai penguat bahwa memang tanah tersebut hanya untuk kami berdua, menurut saya ada yang janggal karena tidak sesuai prosedur yang benar.” ujarnya.

Ditempat yang lain sebut saja Mu’in (nama disamarkan) “Saya membayar 4,5 juta dan ada tanda tangan GS (Kades) tertanggal 13/2/2023 sedangkan masih membayar 500 untuk daftar PTSL saya ini cuma buruh tani uang segitu banyak sekali bagi saya.

 

Akan tetapi kenapa yang gelombang dua malah cuma membayar 500 ribu tanpa embel-embel seperti saya bahkan ada yang digratiskan , tapi ada juga warga yang lain di pungut biaya 3 juta hingga 8 juta rupiah saya jadi bingung, jelas saya iri sama yang cuma bayar 500 ribu.” dengan nada memelas.

 

Saat kita konfirmasi ke rumah ketua Pokmas Ainul Yaqin menyampaikan, Benar adanya kalau ada biaya untuk mendaftar PTSL sebesar 500 ribu dan itu sudah sesuai kesepakatan masyarakat, untuk biayai yang lain saya tidak mengerti tentang informasi itu,jadi alangkah baiknya ditanyakan langsung saja kepada yang menerima uang tersebut.

 

“Memang sebelum pendaftaran PTSL di buka kita rapatkan dulu, dan sesuai dengan musyawarah masyarakat akhirnya setuju dengan adanya biaya 500 rb per bidang,” jelasnya.

 

Sedangkan kami para media untuk Cross check informasi tersebut sudah tiga kali ke rumah GS selaku Kades Mojosari yang dimaksud untuk mencari keterangan apa benar telah menerima sejumlah uang seperti yang tertera di kwitansi yang sudah di tandatanganinya, namun tidak pernah bisa ditemui, bahkan ke rumah tempat tingalnya pun kami tidak bisa menemuinya, karena menurut keterangan anaknya keluar di telepon pun tidak pernah diterima di WA juga tidak ada respon meskipun sudah dibaca.(***)

 

(Dhr)

Tim Redaksi

Writer Journalist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *