Sejumlah Wartawan di Kab.Lumajang Mengaku Diusir Oknum Kepsek Salah Satu SMA Negeri

Spread the love
Lumajang-www.mediapolisinasional.com — Senin (6/3/2023), beberapa wartawan dari berbagai di Kab.Lumajang merasa mendapat perlakuan yang tidak baik dari sebuah lembaga pendidikan pada saat melakukan klarifikasi tentang dugaan pungli yang telah terjadi di satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Lumajang yang kini sudah menjadi polemik di kalangan wali murid dan masyarakat.
Akan tetapi disaat awak media ingin melakukan klarifikasi yang terjadi malah sebaliknya, beberapa wartawan yang ada di dalam satu team malah diusir dengan sikap yang sangat arogansi berlagak seperti preman dan itu dilakukan oleh Oknum Kepala Sekolah berinisial JW.
Di dalam ruangan Kepala Sekolah  JW yang ditemani oleh salah satu Wakasek yang tidak tau namanya, dimana para wartawan saat sedang melakukan wawancara sebagai tugas jurnalis, namun  Kepsek JW merespon negatif dan sepertinya enggan untuk diwawancarai, sedangkan tugas para wartawan jelas melakukan tanya jawab dan melakukan rekaman di hand phone untuk menerima hak jawab dari pihak Sekolah atas dugaan pungli tersebut.
Di sisi lain dengan diam-diam Oknum Wakasek yang tidak tau namanya tersebut telah merekam video aktifitas wartawan tersebut tanpa izin terlebih dahulu saat sedang melakukan klarifikasi kepada kepsek seolah-olah para wartawan yang berjumlah 4 orang tersebut yang ada dalam satu tim dianggap sekelompok orang yang mau berbuat kejahatan dan ini jelas melanggar dan sudah melakukan tindakan yang fatal.
Arief salah seorang anggota tim dari Media Ankasapost.id menegur langsung pada Oknum Wakasek tersebut. “Mohon maaf pak, kami awak media sedang lakukan klarifikasi dan wawancara, apa sudah ijin jenengan pada kami dan jenengan gak ijin lho pak, jenengan melakukan perekaman pada kita dari wartawan yang sedang melakukan klarifikasi terkait dugaan pungli, bapak mulai tadi mengambil video para wartawan pak, apa tujuan jenengan sebenarnya,” ucapnya.
Dilanjutkan oleh anggota tim lainnya Ferdi, akan tetapi Oknum Kepsek JW langsung berdiri dan ngomong yang sangat tidak pantas dan arogan kepada para wartawan sambil nunjuk-nunjuk kepada kami agar segera untuk keluar dari ruangannya dengan suara yang sangat lantang.
“Kami para wartawan diusir dengan kata-kata yang kasar dengan penuh hujatan dan arogan dengan berlagak seperti preman,” imbuhnya.
Sesuai bukti rekaman hape Oknum Kepsek JW yang secara sepintas marah-marah dan nyolot, dengan berlagak seperti premanisme sambil mengusir para wartawan.
“Wes ini ruangan saya ayo keluar semua, itu teman sampean juga merekam , ayo dihapus dihapus wes dengan kasar dan lantangnya,” ujarnya awak media.
Kemudian kami menegaskan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketentuan mengenai kebebasan pers dan keterbukaan informasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dengan melakukan pencabutan sejumlah peraturan yang dianggap mengekang kehidupan pers.
Melihat semua peraturan itu, maka barang siapa yang dengan sengaja menghambat dan menghalangi kerja Wartawan dapat dipidana sebagaimana pasal 18 ayat (1) UU Pers Nomor 40 tahun 1999.
Yang menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan dengan  menghambat atau menghalangi Pers, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.
(Dhr)

Tim Redaksi

Writer Journalist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *