Sikat Gudang Nakal Yang Ada Di Kota Jambi Yang Masih Menggunakan Angkutan Bertonase Besar

Spread the love

JAMBI.MPN-Kota Jambi-TIM terpadu Pemerintah Kota Jambi,terdiri dari Badan Penanaman Modal & Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Distarum,BLH dan Satpol PP Semestinya Sudah harus memperhatikan Tata kelola kota yang sebenarnya

Menurut Peraturan Walikota Jambi Syarif Fasha Untuk pergudangan sudah diatur melalui peraturan daerah dan sudah di terapkan penanaman modal baik bagi PT atau pun perusahaan,agar tidak lagi menempati gudang yang masih berada di tengah Kota Jambi

Disamping menghambat lalu lintas pengguna jalan perkotaan juga bisa menimbulkan kemacetan

Terkadang di saat ingin masuk mobil bertonase besar yang melebihi tonase ke gudang  bisa merusak jalan dan juga hampir sering terjadi kecelakaan, terutama di jalan Pall merah lama,salah satu contoh Gudang ABC dan Gudang Ikan bertonase besar yang masih berada di Kota Jambi,Sabtu (25/02/2023)

Menurut keterangan dari dinas perhubungan Kota Jambi Arfan selaku kepala terminal truk,saat di mintai keterangan menyangkut Tonnase kendaraan yang boleh masuk kota Jambi,saat di konfirmasi media,Arfan mengatakan” untuk kendaraan yang bertonase di atas 5 ton tidak di perbolehkan lagi untuk melintasi jalan perkotaan dan juga di larang,

Seperti kendaraan mobil truk yang bermuatan 8 ton tidak di perbolehkan lagi menggunakan jalan kota,apa lagi mobil tronton yang kapasitasnya bermuatan di atas 10 ton hingga 30 ton sangat tidak di perbolehkan atau di larang,karna sudah ada rambu-rambu jalan yang sudah terpasang “Jelas Arfan.

Meski ada larangan truk dan kendaraan besar untuk tidak masuk melintas masuk dalam kawasan kota jambi,Namun saat ini kendaraan bertonase besar masih kerap melintasi di jalan Pall merah lama untuk bongkar muat barang mesti sudah ada larangan dan rambu-rambu lalu lintas terpasang di simpang tiga jerambah bolong

Untuk apa ada rambu lalulintas,Namun pihak Perusahaan tidak juga mematuhi larangan yang sudah di tetapkan oleh dinas Lalu lintas dan perhubungan

Gudang yang tidak memiliki Izin tersebut,melanggar Dua Peraturan Daerah yaitu Perda No 11 tahun 2014 tentang izin gangguan tempat usaha dan Perda no 3 tahun 2015 tentang Bangunan Usaha.

Langkah yang dilakukan Tim terpadu ini patut di Apresiasi.Sebab” disinyalir masih banyak gudang-gudang yang ada di Kota Jambi ini tidak memiliki izin lagi sebagaimana yang diharuskan Apalagi,pihak Pemkot sudah memberikan toleransi agar pemilik gudang segera mengurus izin – izinnya serta membuat gudang di jalan lingkar selatan dan lingkar barat sepatutnya

Gudang-gudang yang ada di Kota Jambi yang tidak mempunyai izin tempat lagi seperti yang diharuskan,ini semua perlu tindakan Tegas dari pihak terkait

Untuk itu,tim terpadu juga harus sering turun ke lapangan untuk memantau gudang-gudang yang ada di wilayah kota.Diduga,masih banyak gudang yang peruntukannya beda dengan izin yang diberikan.Hal tersebut juga perlu diambil tindakan tegas.

Memang, peran dari tim terpadu untuk memantau gudang-gudang yang tidak ada izin atau berada di kawasan larangan,tidak begitu besar,untuk itu tugas dari masyarakat lah yang melaporkan bila ada gudang yang beroperasi tidak ada izin ataupun gudang seharusnya,apalagi ada gudang yang berada di dalam kota, yang tidak sesuai peruntukannya.

Penyegelan juga jangan sebatas disegel begitu saja.Tim terpadu harus terus mengawasi gudang yang disegel tersebut,Kalau perlu dijaga,agar kerja tim terpadu tidak menjadi sia-sia.

Kalau tidak ada pengawasan dari tim terpadu kepada gudang yang disegel tersebut takut nya nanti lama-kelamaan pemilik gudang bakal mengoperasikan gudangnya lagi bila tidak ada pantauan dari tim terpadu.

Tim terpadu juga harus tegas dan menindak pemilik gudang yang tidak punya izin tanpa pandang bulu,Kalau perlu bawa dipidanakan,dengan tujuan memberi efek jera bagi pemilik gudang,supaya tidak sembarangan melanggar izin

(Susi Lawati)

Tim Redaksi

Writer Journalist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *