Status Gunung Semeru Naik Menjadi Level Awas

Spread the love

Lumajang-MPN- Status Gunung Semeru di Kab. Lumajang, Jawa Timur pada Minggu (4/12/2022) mulai pukul 18:00 WIB telah dinaikkan dari level 3 atau siaga menjadi level 4 atau level awas.

 

” Sejak pukul 18:00 WIB status Gunung Semeru dari level 3 siaga menjadi level 4 atau level awas ” ujar Kalasa BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi.

 

Untuk status awas yang diterbitkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) itu diikuti oleh Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bupati yang akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tanggap darurat selama 14 hari.

 

Pihaknya meminta agar tidak ada aktivitas dalam radius delapan kilo meter dari puncak dan sektoral arah tenggara Besuk Kobokan dan Kali Lanang sejauh 19 kilo meter dari puncak.

 

” Untuk awas itu di radius 19 km kita tidak boleh ada aktivitas makanya warga masyarakat kita amankan ditempat pengungsian ” ujar Patria.

 

Menurutnya mulai pukul 02:46 WIB dini hari terjadi erupsi yang disertai awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncuran hanya 4,5 km.

 

” sekitas pukul 05:00 WIB APG menjadi 7 km, dan siang hari menjadi jarak luncuran 13 km ” kata patria.

 

Pasca erupsi Gunung Semeru hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa, Pemerintah Kab. Lumajang menetapkan masa tanggap darurat bencana akibat Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru selama 14 hari.

 

” Tanggap darurat 14 hari sejak hari ini, Surat Keputusan (SK) Bupati segera di tandatangani.

” tanggap darurat 14 hari sejak hari ini, Surat Keputusan (SK) Bupati segera saya tandatangani ” jelas Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat dikonfirmasi awak media di pos pengungsian Desa Penanggal, Minggu (4/12/2022) petang.

 

Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menetapkan status Gunung Semeru naik menjadi Awas level lV, oleh karenanya masyarakat yang ada di zona merah diminta untuk mengosongkan tempat dan mengevakuasi diri di posko pengungsian yang telah disediakan.

 

” Saya meminta agar masyarakat yang berada di zona merah untuk segera mengosongkan tempat dan mengevakuasi diri ke posko pengungsian yang telah disediakan ” pungkas Bupati Lumajang Thoriqul Haq

 

(hri*red)

Tim Redaksi

Writer Journalist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *